Minggu, 10 Juni 2012

INDONESIA "TRULY ATLANTIS''

INDONESIA "TRULY ATLANTIS''



ATLANTIS – LEMURIA (INDONESIA) THE LOST CIVILIZATION
Masa lampau Indonesia sangat kaya raya. Ini dibuktikan oleh informasi dari berbagai sumber kuno. Kali ini akan membahas kekayaan tiap pulau yang ada di Indonesia. Pulau-pulau itu akan di sebutkan menjadi tujuh bagian besar yaitu Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda kecil, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

  1. SUMATERA (ANDALAS) - Pulau Emas.
 Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas.
Pada masa Dinasti ke-18 Fir'aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua - daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir'aun Mesir kuno.
 Di samping Barus, di Sumatera terdapat juga kerajaan kuno lainnya. Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir. Gunung Ophir (dikenal juga dengan nama G. Talamau) merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat, yang terdapat di daerah Pasaman. Kabarnya kawasan emas di Sumatera yang terbesar terdapat di Kerajaan Minangkabau. Menurut sumber kuno, dalam kerajaan itu terdapat pegunungan yang tinggi dan mengandung emas. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir. Di Pulau Sumatera juga berdiri Kerajaan Srivijaya yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di utara, hingga Maluku di timur.
Kini kekayaan mineral yang dikandung pulau Sumatera banyak ditambang. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera selain emas. Sumatera memiliki berbagai bahan tambang, seperti batu bara, emas, dan timah hitam. Bukan tidak mungkin sebenarnya bahan tambang seperti emas dan lain-lain banyak yang belum ditemukan di Pulau Sumatera. Beberapa orang yakin sebenarnya Pulau Sumatera banyak mengandung emas selain dari apa yang ditemukan sekarang. Jika itu benar maka Pulau Sumatera akan dikenal sebagai pulau emas kembali.
 

  2. Jawa ( JAVA)  - Pulau Padi
  Dahulu Pulau Jawa dikenal dengan nama JawaDwipa. JawaDwipa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "Pulau Padi" dan disebut dalam epik Hindu Ramayana. Epik itu mengatakan "Jawadwipa, dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas dan perak, kaya dengan tambang emas", sebagai salah satu bagian paling jauh di bumi. Ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya “negeri Emas” dan “negeri Perak” dan pulau-pulau, antara lain pulau “”Iabadiu” yang berarti “Pulau Padi”.
Ptolomeus menyebutkan di ujung barat Iabadiou (Jawadwipa) terletak Argyre (kotaperak). Kota Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan Sunda kuno, Salakanagara yang terletak di barat Pulau Jawa. Salakanagara dalam sejarah Sunda (Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka diartikan perak sedangkan nagara sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota perak. Di Pulau Jawa ini juga berdiri kerajaan besar Majapahit. Majapahit tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan kepulauan Nusantara meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Dalam catatan Wang Ta-yuan, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan biarawan Roma tahun 1321, Odorico da Pordenone, menyebutkan bahwa istana Raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.
Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.
Raffles pengarang buku The History of Java merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”
Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari kebutuhan pangan Indonesia. Pertanian padi banyak terdapat di Pulau Jawa karena memiliki kesuburan yang luar biasa. Pulau Jawa dikatakan sebagai lumbung beras Indonesia. Jawa juga terkenal dengan kopinya yang disebut kopi Jawa. Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika.
Hasil pertanian pangan lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di Jawa, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak, petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan. Bahkan di Jawa kini dicoba untuk ditanam gandum dan pohon kurma. Bukan tidak mungkin jika lahan di Pulau Jawa dipakai dan diolah secara maksimal untuk pertanian maka Pulau Jawa bisa sangat kaya hanya dari hasil pertanian.

  3. Kepulauan Sunda kecil (SUNDALAND. Bali, NTB dan NTT) - Kepulauan Wisata

  Ptolemaeus menyebutkan, ada tiga buah pulau yang dinamai Sunda yang terletak di sebelah timur India. Berdasarkan informasi itu kemudian ahli-ahli ilmu bumi Eropa menggunakan kata Sunda untuk menamai wilayah dan beberapa pulau di timur India. Sejumlah pulau yang kemudian terbentuk di dataran Sunda diberi nama dengan menggunakan istilah Sunda pula yakni Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil. Kepulauan Sunda Besar ialah himpunan pulau besar yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan Sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor.
Daerah Kepulauan Sunda kecil ini dikenal sebagai daerah wisata karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Sejak dulu telah ada yang berwisata ke daerah ini. Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11. Pada tahun 1920 wisatawan dari Eropa mulai datang ke Bali. Bali di Eropa dikenal juga sebagai the Island of God.
Di Tempat lain di Kepulauan Sunda Kecil tepatnya di daerah Nusa Tenggara Barat dikenal dari hasil ternaknya berupa kuda, sapi, dan kerbau. Kuda Nusa tenggara sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Abad 13 M Nusa Tenggara Barat telah mengirim kuda-kuda ke Pulau Jawa. Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai tempat pariwisata raja-raja. Raja-raja dari kerajaan Bali membangun Taman Narmada pada tahun 1727 M di daerah Pulau Lombok untuk melepas kepenatan sesaat dari rutinitas di kerajaan.
Daerah Sunda Kecil yang tidak kalah kayanya adalah Nusa Tenggara Timur, karena di daerah ini terdapat kayu cendana yang sangat berharga. Cendana adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Cendana dari Nusa Tenggara Timur telah diperdagangkan sejak awal abad masehi. Sejak awal abad masehi, banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor. Konon Nabi Sulaiman memakai cendana untuk membuat tiang-tiang dalam bait Sulaiman, dan untuk alat musik. Nabi Sulaiman mengimpor kayu ini dari tempat-tempat yang jauh yang kemungkinan cendana tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur.
Kini Kepulauan Sunda kecil ini merupakan tempat pariwisata yang terkenal di dunia. Bali merupakan pulau terindah di dunia. Lombok juga merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Sementara itu di Nusa tenggara Timur terdapat Pulau yang dihuni binatang purba satu-satunya di dunia yang masih hidup yaitu komodo. Kepulauan Sunda kecil merupakan tempat yang misterius dan sangat menawan. Kepulauan ini bisa mendapat banyak kekayaan para pelancong dari seluruh dunia jika dikelola secara maksimal.

  4. Kalimantan (BORNEO)  - Pulau Lumbung energy

 Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Kalimantan dalam berita-berita China (T’ai p’ing huan yu chi) disebut dengan istilah Chin li p’i shih. Nusa Kencana" adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno. Orang Melayu menyebutnya Pulau Hujung Tanah (P'ulo Chung). Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda. Pada zaman dulu pedagang asing datang ke pulau ini mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet melakukan barter dengan guci keramik yang bernilai tinggi dalam masyarakat Dayak. Para pendatang India maupun orang Melayu memasuki muara-muara sungai untuk mencari lahan bercocok tanam dan berhasil menemukan tambang emas dan intan di Pulau ini.
Di Kalimantan berdiri kerajaan Kutai. Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara. Nama Kutai sudah disebut-sebut sejak abad ke 4 (empat) pada berita-berita India secara tegas menyebutkan Kutai dengan nama “Quetaire” begitu pula dengan berita Cina pada abat ke 9 (sembilan) menyebut Kutai dengan sebutan “Kho They” yang berarti kerajaan besar. Dan pada abad 13 (tiga belas) dalam kesusastraan kuno Kitab Negara Kertagama yang disusun oleh Empu Prapanca ditulis dengan istilah “Tunjung Kute”. Peradaban Kutai masa lalu inilah yang menjadi tonggak awal zaman sejarah di Indonesia.
Kini Pulau Kalimantan merupakan salah satu lumbung sumberdaya alam di Indonesia memiliki beberapa sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, diantaranya adalah batubara, minyak, gas dan geothermal. Hutan Kalimantan mengandung gambut yang dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit listrik maupun pemanas sebagai pengganti batu bara. Yang luar biasa ternyata Kalimantan memiliki banyak cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi lain yakni sebagai penyedia sumber energi botani atau terbaharui. Sumber energi botani atau bioenergi ini adalah dari CPO sawit. Pulau Kalimantan memang sangat kaya.

  5. Sulawesi ( SHOLIBIS) - Pulau besi

 Orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama Sholibis. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Celebes. Pulau ini telah dihuni oleh manusia sejak 30.000 tahun yang lalu terbukti dengan adanya peninggalan purba di Pulau ini. Contohnya lokasi prasejarah zaman batu Lembah Besoa. Nama Sulawesi konon berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’. Pulau Sulawesi sejak dahulu adalah penghasil bessi (besi), sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Di sulawesi pernah berdiri Kerajaan Luwu yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Sulawesi. Wilayah Luwu merupakan penghasil besi. Bessi Luwu atau senjata Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya, bukan saja di Sulawesi tetapi juga di luar Sulawesi. Dalam sejarah Majapahit, wilayah Luwu merupakan pembayar upeti kerajaan, selain dikenal sebagai pemasok utama besi ke Majapahit, Maluku dan lain-lain. Menurut catatan yang ada, sejak abad XIV Luwu telah dikenal sebagai tempat peleburan besi.
Di Pulau Sulawesi ini juga pernah berdiri Kerajaan Gowa Tallo yang pernah berada dipuncak kejayaan yang terpancar dari Sombaopu, ibukota Kerajaan Gowa ke timur sampai ke selat Dobo, ke utara sampai ke Sulu, ke barat sampai ke Kutai dan ke selatan melalui Sunda Kecil, diluar pulau Bali sampai ke Marege (bagian utara Australia). Ini menunjukkan kekuasaan yang luas meliputi lebih dari 2/3 wilayah Nusantara.
Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting. Pada abad ke 14 Masehi, orang Sulawesi sudah bisa membuat perahu yang menjelajahi dunia. Perahu pinisi yang dibuat masyarakat Bugis pada waktu itu sudah bisa berlayar sampai ke Madagaskar di Afrika, suatu perjalanan mengarungi samudera yang memerlukan tekad yang besar dan keberanian luar biasa. Ini membuktikan bahwa suku Bugis memiliki kemampuan membuat perahu yang mengagumkan, dan memiliki semangat bahari yang tinggi. Pada saat yang sama Vasco da Gama baru memulai penjelajahan pertamanya pada tahun 1497 dalam upaya mencari rempah-rempah, dan menemukan benua-benua baru di timur, yang sebelumnya dirintis Marco Polo.
Sampai saat ini Sulawesi sangat kaya akan bahan tambang meliputi besi, tembaga, emas, perak, nikel, titanium, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu, krikil dan trass. Jika saja dikelola dengan baik demi kemakmuran rakyat maka menjadi kayalah seluruh orang Sulawesi.

  6. Maluku (PUNT) - Kepulauan rempah-rempah


 Maluku memiliki nama asli "Jazirah al-Mulk" yang artinya kumpulan/semenanjung kerajaan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil.
Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah.
Orang Belanda menyebutnya sebagai ‘the three golden from the east’ (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis, Tome Pirez menulis buku ‘Summa Oriental’ yang telah melukiskan tentang Ternate, Ambon dan Banda sebagai ‘the spices island’.
Pada masa lalu wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohonnya sendiri merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai Spice Islands.
Pada 4000 tahun lalu di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Meski dukungan arkeologis sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas.
Selain cengkeh, rempah-rempah asal Maluku adalah buah Pala. Buah Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting pada masa Romawi. Melihat mahalnya harga rempah-rempah waktu itu banyak orang Eropa kemudian mencari Kepulauan rempah-rempah ini. Sesungguhnya yang dicari Christoper Columbus ke arah barat adalah jalan menuju Kepulauan Maluku, ‘The Island of Spices’ (Pulau Rempah-rempah), meskipun pada akhirnya Ia justru menemukan benua baru bernama Amerika. Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.

  7. Papua (LABADIOS)  - Pulau Surga

 Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI.
Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas. Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang. Tidak diketahui apakah pada peradaban kuno sebelum masehi di Papua telah terdapat kerajaan. Bisa jadi zaman dahulu telah terdapat peradaban maju di Papua. Pada sebuah konferensi tentang lampu jalan dan lalulintas tahun 1963 di Pretoria (Afrika Selatan), C.S. Downey mengemukakan tentang sebuah pemukiman terisolir di tengah hutan lebat Pegunungan Wilhelmina (Peg. Trikora) di Bagian Barat New Guinea (Papua) yang memiliki sistem penerangan maju. Para pedagang yang dengan susah payah berhasil menembus masuk ke pemukiman ini menceritakan kengeriannya pada cahaya penerangan yang sangat terang benderang dari beberapa bulan yang ada di atas tiang-tiang di sana.
Bola-bola lampu tersebut tampak secara aneh bersinar setelah matahari mulai terbenam dan terus menyala sepanjang malam setiap hari. Kita tidak tahu akan kebenaran kisah ini tapi jika benar itu merupakan hal yang luar biasa dan harus terus diselidiki. Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya sejak dulu. Pada abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua. Dengan armadanya yang kuat Sriwijaya mengunjungi Maluku dan Papua untuk memperdagangkan rempah – rempah, wangi – wangian, mutiara dan bulu burung Cenderawasih. Pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Pada abad XVI Pantai Utara sampai Barat daerah Kepala Burung sampai Namatota ( Kab.Fak-fak ) disebelah Selatan, serta pulau – pulau disekitarnya menjadi daerah kekuasaan Sultan Tidore.
Tanah Papua sangat kaya. Tembaga dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat berlimpah yang terdapat di Papua. Papua terkenal dengan produksi emasnya yang terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah. Papua juga disebut-sebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 diberitakan suatu tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia mengadakan peninjauan di sebagian daerah pegunungan Foja Propinsi Papua Indonesia. Di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan "dunia yang hilang",dan "Taman Firdaus di bumi", dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, orang Papua pun bisa lebih makmur dengan kekayan alam yang melimpah tersebut.
Demikianlah sedikit tulisan mengenai pulau-pulau di Indonesia yang sangat kaya. Dari tulisan tersebut sebenarnya Indonesia sudah dikenal sebagai bumi yang kaya sejak zaman peradaban kuno. Kita tidak tahu peradaban kuno apa yang sebenarnya telah ada di Kepulauan Nusantara ini. Bisa jadi telah ada peradaban kuno dan makmur di Indonesia ini yang tidak tercatat sejarah.
Ilmuwan Brazil Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskan teori bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis. Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu.


 
Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, mengajukan bahwa Sundaland (Indonesia) adalah Taman Firdaus (Taman Eden). bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Indonesia memang merupakan lahan yang subur dan indah yang terletak di jalur cincin api (pacific ring of fire), yang ditandai keberadaan lebih dari 500 gunung berapi di Indonesia. Indonesia bisa saja disebut sebagai surga yang dikelilingi cincin api. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya kita semua sepakat mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan hasil bumi, laut maupun budayanya.
Kebudayaan asli Indonesia sudah berumur ribuan tahun sebelum peradaban Mesir maupun Mesopotamia mulai menulis di atas batu. Peradaban bangsa Indonesia mungkin memang tidak dimulai dengan tradisi tulisan, akan tetapi tradisi lisan telah hidup dan mengakar dalam jiwa masyarakat kuno bangsa kita.
Alam Indonesia yang kaya-raya dan dirawat dengan baik oleh nenek moyang kita juga menjadi salah satu faktor yang membuat kepulauan nusantara menjadi sumber perhatian dunia. Indonesia merupakan negara yang terletak di khatulistiwa yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah di samping letaknya yang strategis secara geografis. Sumber daya alam tersebut mulai dari kekayaan laut, hutan, hingga barang tambang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kini mulai banyak ditemukan tambang baru di Indonesia. Orang Indonesia akan terkejut dengan kekayaan alam apa lagi yang akan muncul dari dalam bumi Indonesia ini.
Bumi yang kaya ini jika dikelola dengan baik akan membuat setiap rakyat Indonesia bisa memperoleh kemakmuran yang luar biasa sehingga bisa jadi suatu saat rakyat Indonesia sudah tidak perlu dikenakan pajak seperti saat ini, dan segala fasilitas bisa dinikmati dengan gratis berkat dari kekayaan alam yang melimpah yang dibagi kepada rakyat secara adil. Yang dibutuhkan Indonesia adalah penguasa baik, adil dan pandai yang amat mencintai rakyat dan menolak segala bentuk kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Sudah saatnya Indonesia bangkit menuju kejayaannya. Jika hal itu terlaksana Indonesia bisa menjadi negara paling kaya di dunia.

Jumat, 28 Oktober 2011

10 Pantai Terindah Di Dunia Versi On The Cazta

10 Pantai Terindah di Dunia Saat Ini

  • Lanikai Oahu Bagi Anda yang sedang berlibur ke Amerika Serikat cobalah menepi ke daerah pedalaman Hawaii, karena di sana terdapat pantai indah yang bernama Lanikai Oahu.
    Pantai ini memiliki panorama yang ideal bagi para pengunjung. Selain pasir putih dan kristal air yang jernih, Lanikai Oahu sering dipakai sebagai area kontes pakaian renang Victoria Secret. 

     
  • Bora Bora, French Polynesia Bora-bora merupakan kepulauan bekas jajahan Prancis yang terletak di dekat Tahiti. Pantai ini seringkali dijadikan surga bagi para pasangan yang ingin berbulan madu. (romantic heaven on earth).
    Bukan cuma pantai yang menjadi daya tarik Bora-bora, di balik resort pantai juga terdapat panorama cantik sebuah gunung yang bernama Gunung Otemanu. 



  • The Maldives Jika Anda sedang berada di India atau Sri Lanka, sebaiknya berhenti sejenak ke negara Republik Maldives karena di sana terdapat sebuah pulau karang yang dikelilingi laut dangkal.
    Adapun bungalow mewah The Maldives yang menjadi target utama bagi para pengunjung dunia. 


     
    •  Pulau Peucang
Pulau Peucang adalah pulau kecil tapi sangat indah di lepas pantai utara barat taman Nasional, pulau tropis yang unik dan menyenangkan dengan pantai berpasir putih, perairan pantai dan terumbu karang biru mempesona. Berbagai spesies binatang liar yang ditemukan hutan inits. Pulau Peucang merupakan salah satu resor wisata negara itu cocok untuk kegiatan ekowisata dan wisata bahari, serta petualangan. "Peucang" adalah kata lokal untuk barkingdeer, karena ratusan kijang yang ditemukan di hutan tropis yang lebat, bersama dengan binatang liar lainnya, seperti monyet, rangkong, biawak dan babi hutan

  • Fernando de Noronha, Brazil Fernando de Noronha merupakan negara kepulauan Brazil yang berada di dekat Samudera Atlantik. Beberapa model dan selebiriti lainnya seringkali terlihat di resort-resort mewah Noronha pada saat liburan tiba, meski kedatangan mereka dirahasiakan sebelumnya. 


    • Tenerife, Canary Islands Tenerife adalah tempat favorit bagi orang-orang Britis dan Eropa. Mereka berkumpul di pantai pasir hitam vulkanik yang dominant di Pulau Kanari. 


      • Seychelles Islands Seychelles memiliki pantai yang terbaik di Afrika bahkan sangat cocok untuk menyelam (diving) di Samudera Hindia. Artis ternama, seperti Paul McCartney adalah orang pertama yang datang ke resort mewah di sana, dan artis lainnya yang datang hanya sekedar menikmati panorama pantai. 

      • Marquesas Islands Pulau vulkanik ini terlihat seperti Hiva Oa yang merupakan pulau terbesar kedua di Kepulauan Marquesas, negara Polinesia Perancis. Tak perlu khawatir mencari penginapan di pulau hutan tropis ini, karena areanya sudah dilengkapi dengan bungalo-bungalo berkelas. Adapun tarian kuda liar sebagai tontonan yang penuh eksotis di sebuah pulau yang berjarak 800 mil dari arah timur laut Tahiti. 


      • Palm Beach, Aruba Palm Beach adalah sebuah pantai cantik di Oranjestad (Kota Oranye), Aruba, yang terletak di dekat pantai Venezuela dan juga Laut Karibia. Berbagai hotel dan pusat perbelanjaan sudah lama berdiri di sana sebagai fasilitas umum yang sangat memadai.
        Tidak seperti banyak wilayah di Karibia, wilayah bekas koloni Belanda ini memiliki iklim yang kering dan gersang, sehingga dipenuhi dengan tanaman-tanaman lanskap seperti kaktus.

      • Phi Phi Islands, Thailand Pulau ini berada di dekat Phuket, Thailand yang menawarkan pemandangan yang indah, seperti pantai, gua dan air terjun yang tersembunyi di daerah yang terpencil. Meski areanya terpencil, namun pantai Phi Phi ini pernah dijadikan lokasi syuting pembuatan film The Beach. 



        THE ENDS


Kamis, 27 Oktober 2011

Pantai Binuangeun


Selain sebagai objek wisata pantai yang indah, Pantai Binuangeun lebih dikenal sebagai tempat pelelangan ikan terbesar di pantai Lebak selatan, dengan jaraknya yang tidak jauh dari kota Malimping sekitar 20 Km membuat tempat ini mudah dijangkau, ditempat ini dapat terlihat aktivitas nelayan yang sedang menangkap ikan dan udang, terutama pada musim kemarau, ditempat ini pula selalu dijadikan ajang wisata pancing baik scala lokal maupun nasional mengingat potensi kekayaan laut yang melimpah, ditempat ini pula terdapat objek wisata pantai yang bernama pantai Karang Malang, Pantai ini dihiasi dengan karang-karang indah yang menjorok kelaut, pohon-pohon kelapa yang nyiur melambai menambah sejuknya suasana pantai dengan pemandangan keindahan pulau Tinjil dari kejauhan.

pelabuhan ratu , jawa barat , pantai malimping , dan binuangeun, ujung kulon dan laut disekitar krakatau , banten .

tempat memancing dengan infrastruktur memancing terbaik di indonesia dimalimping dan binuangeun , kabupaten lebak banten tersedia kapal memancing dilengkapi GPS dan Fish finder dengan ABK terbaik dan berepengalaman. tempat favorit pemancing dari jakarta dan sekitarnya , di pelabuhan ratu terdapat Kompetisi bergengsi indonesia , presiden cup fishing tournament .
di binuangeun terdapat kompetisi nusantara fishing tournament .
pantai malimping, binuangeun , krakatau , ujung kulon , dan pelabuhan ratu:
Mengenal Pantai-pantai Mempesona di Banten
1. Pantai Anyer merupakan sebuah kota pantai di Banten yang terletak sekitar 38 km dari Kota Serang. Daya tarik Pantai Anyer terletak pada pemandangan Gunung Rakata dan kehadiran menara mercu suar yang dibangun pada 1885.

2. Pantai Carita yang terletak di Labuhan, Kabupaten Pandeglang, menawarkan panorama Gunung Krakatau. Di sini Anda dapat berenang, scuba diving, snorkling, berlayar, memancing, dan berfoto di bawah air.

3. Pantai Tanjung Lesung berlokasi di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Pantai ini berupa daratan yang menjorok ke laut dan mirip ujung lesung (alat penumbuk padi) dengan air pantai sangat jernih dan tidak terlalu dalam. Di sini Anda dapat melihat aneka jenis ikan berenang di terumbu karang.

4. Pantai Karang Bolong terletak di Anyer. Sesuai dengan namanya, di sana terdapat batu karang besar dan berlubang di tengahnya berbentuk lengkung lebar. Lubang terbentuk secara alamiah karena terkikis air laut dan terjadi akibat dari letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883.


5. Pantai Tanjung Layar Sawarna berada di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Dinamakan Tanjung Layar karena di ujung pantai terdapat tanjung yang menyerupai layar, dan terdapat warna air pantai yang berubah seiring dengan perubahan waktu.


6. Pantai Karang Taraje memiliki batu-batuan karang yang menyerupai tangga (taraje), letaknya di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Di sela-sela karang, Anda dapat memancing ikan.


7. Pantai Pulau Manuk merupakan pantai berpasir putih tanpa karang, dan terdapat pesisir yang luas dan landai dengan ombak yang tenang, aman untuk berenang maupun berselancar.


8. Pantai Binuangeun berada di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Di sini Anda dapat menikmati aktivitas para nelayan.

Jumat, 07 Oktober 2011

Peucang island Cidaun

Petualangan hari ini kembali dimulai. Kita akan melakukan perjalanan laut selama kurang lebih 4 jam dengan menggunakan kapal carteran. Untuk kapal, kita dapet kortingan dari pihak kehutanan, jadinya kita cuma ganti uang solarnya aja Rp 510.000 (80 liter untuk PP ke Pulau Peucang) dan tambahan untuk keliling di pulau-pulau sekitar Rp 170.000 :D Itu juga dibagi 6, jadi satu orang cuma kena sekitar Rp 115.000 untuk kapal. Harga aslinya carter kapal itu sekitar Rp 1.500.000/kapal (PP ke Pulau Peucang, belom termasuk tambahan biaya solar kalo mau muter-muter lagi). Dan 1 kapal itu muatan maksimalnya kuang lebih 20 orang, hmm mungkin ini tergantung besar kapalnya juga kali yaaa.. :D Kebetulan, pas hari itu kita dapet temen baru, 4 orang mahasiswa/i dari IPB yang juga akan ikut ke Pulau Peucang untuk melakukan penelitian. Jadinya satu kapal kita berisikan 10 orang + 2 awak kapal. Sayangnya, si mahasiswa-mahasiswi tsb ga ikutan udunan untuk kapal
Oh iya, sebelum berangkat kita juga sempet nitip belanjaan gitu sama petugas di Taman Jaya. Soalnya tar di Pulau Peucangnya ga ada warung gitu, jadi ya kalo mo makan harus masak sendiri ato ga nyewa tukang masak gitu. Tapi buset dah, nitipnya cuma seuprit dibeliinnya buanyak buanget! Total belanjaan kita kena Rp 181.000 (bawang merah, tomat, telor, minyak goreng, aqua, dkk dengan porsi kayak orang mau nginep seminggu!) :mrgreen: Trus si Bayu nambah lagi dia beli ikan kerapu guedeee buanget!! Dua ekor harganya cuma Rp 30.000 + cumi buat umpan mancing Rp 5.000 hihii murah bener yaaa? ;)

Kita mulai berangkat dari desa Taman Jaya jam 09.00 wib. Selama di kapal, kita disuguhi pemandangan laut yang keren buanget. Trus setelah kira-kira 2 jam perjalanan, kita berhenti di sebuah pulau karna kebetulan si awak kapalnya ada mau ngirim barang ke pulau tersebut. Namanya Pulau Handeuleum. Karna lagi mampir, ya kita semua ikutan turun deh. Lumayan kan bisa foto-foto :)

Di pulau Handeuleum ini lumayan sepi. Hanya ada satu bangunan yang merupakan pos penjaga sekaligus tempat menginap bagi pengunjung. Di pulau ini kita bisa foto-foto dengan pemandangan yang bagus banget dan bermain cano. Wah jadi mupeng toh? :mrgreen: Tiba-tiba terbersit pengen main cano di sana, tapi kata petugasnya, ntar aja di Pulau Peucang juga ada cano kok, gitu katanya. Jadi ya sudah, kita jadinya cuma foto-foto aja di Pulau Handeuleum. Oh iya, di pulau ini juga ada rusa-rusa yang hidup bebas di alamnya. Lucu deh rusa-rusanya. Menggemaskan! :D

Kurang lebih setengah jam kita menikmati Pulau Handeuleum. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Pulau Peucang. Di kapal, untuk mengisi kebosenan di perjalanan yang menempuh waktu sekitar 2 jam ini, kita pun bermain UNO. Hahaha :D Emang niat bener dah main UNO di kapal. Bahkan pas anginnya lagi kenceng-kencengnya juga tetep aja main UNO nya lanjut. Yang pastinya dengan menggunakan berbagai properti agar si kartu-kartunya itu ga berterbangan :lol:

Sampe di Pulau Peucang sekitar jam 2 siang. Kesan pertama begitu melihat Pulau Peucang dari kejauhan : Subhanallah! Indah banget :) Bener-bener AWESOME! Pas ngeliat ke laut dari atas kapal, banyak ikan-ikan kecil yang berenang di sekitaran dermaga. Airnya bening banget. Keren banget :)

Trus kita langsung beberes nyampe di cottage. Nah, untuk penginapan kita juga dapat keringanan dari pihak kehutanan. Kita dapet dua kamar gratis dari penginapan Fauna! :D Fyi, penginapan di sini berbentuk rumah panggung gitu. Penginapan yang kita tempati terdiri dari 8 kamar dan 3 kamar mandi bersama. Dan karna kita pengen masak sendiri di sana, kita juga minta disediakan fasilitas dapur di penginapan tersebut :mrgreen: Di Pulau Peucang ini, tersedia beberapa penginapan dengan fasilitas dan harga yang bervariasi. Untuk penginapan Fauna (8 kamar) Rp 400.000, Flora A (6 kamar + AC) Rp 800.000, dan Flora B (6 kamar + AC) Rp 700.000. Selain itu, bisa juga nyewa kamar doang dengan kisaran harga per kamarnya Rp 150.000-Rp 250.000 per hari tanpa AC.

Setelah beberes, jam 4 kita berencana mau nyebrang ke padang penangkaran banteng di Pulau Cidaun, yang berlokasi tepat di seberang Pulau Peucang. Selain itu, apabila masih ada waktu, kita juga berencana nyebrang ke Tanjung Layar untuk melihat mercusuar. Sambil nunggu jam 4 tiba, kita pun foto-foto dulu di pantainya Pulau Peucang. Berikut beberapa jepretannya 

Pulau Cidaun **
Pulau Cidaun merupakan salah satu padang penangkaran banteng yang ada di kawasan wisata nasional Ujung Kulon, berlokasi tepat di seberang pulau Peucang (sekitar 15 menit perjalanan laut). Di pulau ini terdapat kurang lebih 30 ekor banteng yang terdiri dari banteng jantan dan banteng betina. Di pulau tersebut gak terdapat pos penjagaan, jadi petugas yang menjaga pulau itu biasanya menetap di Pulau Peucang dan melakukan pengawasan secara rutin ke Pulau Cidaun.

Ketika kami ke sana, terlihat segerombolan banteng betina sedang merumput, dan tampak juga beberapa ekor burung merak yang juga berhabitat di Pulau Cidaun ini. Tapi, pas rombongan mulai memasuki padang rumput, si burung merak langsung kabur. Emang harus hati-hati nih, soalnya kalo kita nya terlalu berisik, ntar banteng-bantengnya malah ikutan kabur :mrgreen: Oh iya, biasanya banteng jantan mengawasi banteng-banteng betina dari kejauhan. Kalo ada bahaya yang mengintai, baru deh mereka beraksi. Tapi tetep, sebisa mungkin hindari menggunakan baju berwarna mencolok (terutama merah), soalnya mereka kadang suka nyerang orang-orang yang menggunakan baju warna merah hohoho :D

Udah puas foto-foto di padang penangkaran banteng di Pulau Cidaun, kita pun melanjutkan perjalanan. Tapi agak berbeda dari jadwal yang telah kita rencanakan. Yang tadinya kita mau melihat mercusuar di Tanjung Layar batal karna udah kesorean. Jadinya kita berhenti di tengah lautan dan MANCING! sambil menikmati sunset :) Mantap to? Enak to? Hehehe :D

Mancing di tengah lautan sambil menikmati angin laut yang sepoi-sepoi, wuidih emang mantep banget toh? ;) Dengan berumpankan cumi, dimulailah perjuangan kita dalam memancing. Setengah jam berlalu.. Satu jam.. Satu setengah jam.. sampe matahari terbenam pun ga dapet-dapet juga ikannya! Parah niii. Padahal awak kapal dan anak IPB yang juga ikutan mancing bareng kita udah dapet banyak.

Malam pun semakin larut dan kita kembali ke Pulau Peucang. Sampe di penginapan, taraaaa dapet kejutan! 2 ekor ikan kerapu yang kita beli di Taman Jaya tadi pagi membusuk, sodara-sodara! Dan, sosis + nugget yang kita bawa dari Bandung & Jakarta ketinggalan di kulkas mess kehutanan Taman Jaya. Yang pasti malam ini gagal BBQ, dan harus siap untuk makan mie terus selama di Pulau Peucang :(

Tapiiii, alhamdulillah yaa sesuatu. Pas banget hari ini ada rombongan bule dari belgia dateng dan nginep satu penginapan sama kita. Dan mereka nyewa tukang masak gitu. Ya sudah, akhirnya kita pun nebeng minta di masakin juga sama si mas-mas tukang masaknya. Tar tinggal kasiin bayaran aja sebelum pulang. Fyuuhh, akhirnya ga jadi makan mie deh selama di sini :mrgreen:

Kalkulasi biaya untuk hari ini :
  • Carter kapal : Rp 680.000/6 orang = @ Rp 115.000 (harga asli carter kapal Rp 1.500.000 PP ke Pulau Peucang)
  • Bahan makanan : Rp 181.000 + Rp 35.000 (ikan & cumi) = Rp 216.000/6 = @ Rp 36.000
  • Penginapan : GRATIS! (harga aslinya per kamar Rp 150.000 – Rp 200.000 per malam)
  • Total @ Rp 151.000